Senja Terbagi Dua

Antara aku kamu dan realita.

Karena aku tak sanggup membayangkan hari ketika kita jumpa, yang berarti pula perpisahan semakin dekat menyapa kita. Aku tak sanggup uraikan kata-kata yang mempermanis sebotol teh di depan meja. Yang semakin hambar ketika mendekati waktu senja.

Sementara sungai yang airnya keemasan menemani kita dalam keheningan. Dalam keakraban di tepian senja. Sesekali kita terlibat dalam percakapan yang entah datang darimana. Tentang hari-harimu, tentang hari-hariku. Tentang kita yang dipertemukan oleh keberuntungan dan rasa syukur.

Ada air mata yang tak terbendung selama aku berbincang di depanmu.  Ada aku dan kamu dan dua kenangan dalam botol kaca. Ada aku dirimu dan sungai keruh tak bermuara. Ada aku dirimu dan cerita tentang kita.